Inilah Sosok di Balik Industri Rumahan Senpira yang Berhasil Dibongkar Jatanras Polda Sumsel

Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prastejo Utomo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulloh menggelar tersangka dan barang bukti senpi rakitan

Tribratanews.com – Selama 10 tahun, bisnis pembuatan senjata api rakitan tidak terendus polisi. Tersangka inisial YW (51), yang merupakan pensiunan Perbakin, membuat senpi rakitan dengan berbagai jenis.

Untuk membuat atau menyeting senpi rakitan, YW memberikan tarif yang bervariasi kepada orang yang menggunakan jasanya. Paling kecil seharga Rp. 1 juta untuk penyetingan dan pembuatan senpi rakitan baik laras panjang maupun laras pendek.

“Dulu bagian setting senjata di Perbakin, setelah pensiun jadi buka sendiri. Kerjanya membuat atau mengubah bentuk senjata. Ini sudah saya lakukan selama 10 tahun,” ujar tersangka YW saat diamankan di Polda Sumatera Selatan, Kamis (16-02-2017).

Pembuatan dan penyetingan senjata laras panjang yang dipesan kepada dirinya, biasanya digunakan untuk berburu.

Sedangkan, untuk senjata laras pendek dia baru membuat ketika ada pesanan dari orang. Namun, ia mengaku tidak mengetahui senjata laras pendek yang dipesan dipergunakan untuk apa.

“Saya hanya menerima pesanan saja. Kalau ada baru dibuat dan setiap hari tidak pasti berapa banyak baik yang disetting maupun dibuat,” ungkapnya.

Dari penangkapan warga Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih ini diamankan satu senpi laras panjang, ratusan amunisi berbagai kaliber, satu pucuk senpi jenis revolver warna silver, satu pucuk senpi jenis FN, bor duduk dan pengait besi duduk sebagai alat pembuat senpi rakitan.

Tak hanya YW, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga menangkap MS (59), yang merupakan warga Betung. Pria paruh baya ini mengaku baru coba-coba membuat senpi rakitan yang nantinya akan dijual kembali.

Pekerjaannya sebagai tukang urut tidak menjanjikan dirinya selalu mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, muncul ide untuk membuat senpi rakitan.

“Aku coba-coba, tetapi senjatanya masih belum sempurna. Tidak ada alat lagi untuk menyempurnakannya, karena aku hanya pakai gergaji besi dan alat tukang lainnya untuk membuat senpi rakitan,” ujarnya.

Warga Dusun Tata Mulia Banyuasin ini, tertangkap dengan dua senpi rakaitan yang baru selesai dibuatnya namun belum sempurna.

Selain itu, diamankan pula tiga butir amunisi yang nantinya akan digunakan untuk dua senpi rakitannya tersebut.

[Humas Polda Sumsel]

Related Posts