Inilah Kata para Nakhoda Terkait Kinerja Polres Kukar di Perairan Mahakam

 

Tribratanews.com – Secara tidak langsung, para nakhoda mengapresiasi kinerja Satuan Polisi Air Kepolisian Resor Kutai Kartanegara, dalam mengamankan perairan mahakam dari adanya aksi pencurian terhadap kapal-kapal yang melintas mengangkut batu bara di perairan itu.

Perairan Mahakam ini pada tahun 2017 lalu sempat menjadi perbincangan para nakhoda terkait adanya peristiwa pencurian batu bara menggunakan klotok. Namun berkat upaya pihak Sat Polair Kepolisian Resor Kutai Kartanegara dengan melakukan patroli jalur perairan Sungai Mahakam kini dipastikan aman.

“Kondisi di Perairan Mahakam aman-aman saja. Memang kejadian 2017 lalu ada pencurian batu bara pakai klotok dan itu sudah diproses hukum,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa dan Kapolsek Anggana, Iptu Baharuddin.

Sedangkan terkait adanya pemberitaan media cetak di daerah tersebut yang menyebutkan marak pencurian batu bara ketika sedang diangkut di Sungai Mahakam, tidak lah benar. Pihak kepolisian memastikan bahwa jalur angkutan batu bara di perairan Mahakam sampai Muara Berau, kondisi aman.

“Menurut pemberitaan media cetak daerah ini, bahwa sekarang marak pencurian batu bara ketika sedang diangkut di Sungai Mahakam. Terus terang itu tak benar, karena kondisi di lapangan aman-aman saja,” ujar Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin dan Kanit Patroli Sat Polair Polres Kukar, Ipda Sukardi bersama Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kukar, saat melakukan patroli dan cek ricek mengenai keamanan jalur angkutan batu bara di perairan Mahakam,” Selasa (13/3/2017) siang.

Apa yang diungkapkan oleh pihak Kepolisian Kukar tersebut sejalan dengan apa yang rasakan oleh sejumlah nahkoda tugboat atau kapal tarik ponton batu bara yang melintas di Sungai Mahakam, perairan Kecamatan Anggana. Mereka mengaku Perairan Mahakam aman.

“Sekarang tak pernah lagi ada pencurian batu bara menggunakan kapal klotok, naik ke ponton kami,” kata Rusbi selaku Kapten Kapal TB Yuda 09 yang selesai membongkar batu bara milik PT Bayan asal Kecamatan Tabang, Selasa (13/3) siang.

Hal senada juga ditegaskan Kapten Kapal TB Trans 6, Elifas Ebison, bahwa selama menjalankan tugasnya belum pernah menjadi sasaran pencurian batu bara menggunakan klotok di sepanjang perairan Mahakam.

Demikian pula disampaikan M Nur, Kapten Kapal TB Berau Coal 27, jika selama mengantarkan batu bara milik PT Banpu dari Muara Bunyut, Kutai Barat (Kubar), lewat sepanjang aliran Mahakam sampai Muara Berau, terbilang aman.

“Sekarang aman-aman saja. Memang pada 2017 lalu saya mendengar ada saja aksi pencurian batu bara ketika perjalanan di sepanjang perairan Mahakam,” ucap Nur.

(Tribratanews.com/humas polres kutai kartanegara)

Related Posts