Ini Penjelasan Polsek Bobotsari Terkait Korban Bunuh Diri yang Menulis Surat Wasiat Bahwa Laporannya Tidak Ditanggapi

Tribratanews.com – Beredar postingan di media sosial facebook terkait kejadian bunuh diri dengan korban menabrakan dirinya pada kereta api di wilayah Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Minggu (20-08-2017) malam. Postingan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial lokal Banyumas dan Purbalingga.

Terlebih dalam postingan tersebut ada yang memperlihatkan gambar korban maupun surat wasiat yang ditulis tangan. Isi surat wasiat diantaranya, menjelaskan bahwa tindakan bunuh diri yang dilakukan akibat kekecewaan terhadap pelayanan Polsek Bobotsari saat korban melapor kehilangan motor.

Sontak postingan tersebut menuai banyak tanggapan yang beragam. Ada yang menyalahkan polisi yang seolah tidak menanggapi laporan warga, ada yang mengecam perilaku bunuh diri, ada yang mendoakan korban bunuh diri dan ada pula yang beranggapan motif ekonomi, tidak bisa mengganti sepeda motor pinjaman yang hilang menjadi latar belakangnya.

Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa benar korban bunuh diri di wilayah Banyumas, pernah datang ke Polsek Bobotsari bersama menantunya untuk melaporkan kejadian pencurian sepeda motor. Korban datang ke Polsek Bobotsari pada Minggu (13-08-2017) malam.

Pelapor pada saat itu mengaku bernama Dwi Sampurno (61) warga Desa Majapura RT 3 RW 1, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Saat melapor, dirinya mengaku kehilangan sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi R 3614 VL.

Laporan tersebut diterima anggota piket Polsek Bobotsari yang saat itu bertugas. Dalam laporannya, pelapor mengaku kehilangan sepeda motor saat melaksanakan shalat maghrib di Masjid Darunnajah wilayah Bobotsari. Saat dimintai keterangan, ada beberapa data yang masih belum lengkap. Diantaranya STNK kendaraan yang dibutuhkan untuk melengkapi data identitas sepeda motor yang hilang.

Kapolsek menambahkan, terkait hal tersebut, kemudian pelapor menyampaikan akan datang lagi hari Senin (14-08-2017) siang untuk melengkapi data laporan. Karena pada saat itu, dia tidak membawa STNK. STNK tidak dibawa karena kendaraan yang hilang adalah sepeda motor pinjaman.

“Setelah laporan tersebut pelapor tidak datang lagi ke Polsek untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Hingga adanya kabar bahwa pelapor menjadi korban bunuh diri di wilayah Banyumas dan ditemukan surat wasiat yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap Polsek Bobotsari,” ungkap kapolsek.

Anggotanya yang saat itu berdinas juga sudah dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangnya oleh Propam Polres Purbalingga. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya unsur kelalaian atau kesalahan prosedur dalam penerimaan laporan, seperti yang tertulis dalam surat wasiat korban bunuh diri.

 

[Tribratanews.com/Humas Polres Pubalingga]

Related Posts