Hunuskan Parang Kepada Petugas, Bandar Sabu Asal Surabaya Ditembak Mati

Tribratanews – Sat Reskoba Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan pengedar dan sekaligus bandar ekstasi dan sabu-sabu, Senin (28-08-2017).

Dari tiga tersangka yang diamankan, satu pelaku bernama Sandi Davitson, bandar narkoba asal Jalan Ikan Cakalang, Waru Tambakrejo, Sidoarjo, terpakas ditembak Polisi Surabaya, Minggu (27-08-2017).

Pelaku terpaksa menerima peluru tajam petugas, karena ketika ia disergap saat bertransaksi sabu dengan nilai hampir 1,2 Miliar, ia berusaha melawan dan mengancam keselamatan petugas.

Kejadian yang menimpa Sandi, dilakukan setelah Tim Sat Reskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin Wakasat Reskoba, Kompol Anton Prasetyo ini, berawal dari penyergapan terhadap seorang pengedar bernama Melisa (27) warga Kedungrejo Jabon, Sidoarjo, yang saat itu mengambil barang dari Mizar Ade Irawan (22), kurir narkoba asal Ngoro Mojokerto. Keduanya disergap Sabtu (26-08-2017) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Anggota kami menyergap kedua tersangka ini di wilayah Pandaan Pasuruan,” sebut Kapolretabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal didampingi Kasat Reskoba AKBP Roni Faisal Saiful Faton, di kamar jenazah, RSU dr Soetomo, Minggu (27-08-2017) siang.

Kemudian, dari penangkapan Melisa dan Mizar, anggota langsung mengeler keduanya. Sebab Mizar mengaku disuruh mengantar narkoba kepada Melisa. Darisanalah, Sandi kemudian diikuti.

Saat Sandi melintas menggunakan motor di daerah Prigen Pasuruan, anggota langsung menyergapnya Minggu (27-08-2017) sekitar pukul 00.30 WIB.

Namun saat akan ditangkap, Sandi mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan menyerang anggota.

“Tindakan tersangka SD mengancam anggota kami. Sehingga sesuai SOP, anggota kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kearah dada SD. Nyawa SD tidak terselamatkan dalam perjalanan menuju rumah sakit,” beber Kombes Pol M Iqbal.

Dari ketiga tersangka tersebut, Tim Sat Reskoba Polrestabes Surabaya menyita sejumlah barang bukti, diantaranya, narkoba jenis pil ektasi sebanyak 17 poket (1.600 butir), narkoba jenis sabu sebanyak 5 poket seberat 308,28 gram (3 Ons lebih), 2 bendel klip kosong, sebuah timbangan elektrik, sebuah sajam (pisau penghabisan), buku rekapan penjualan, unit sepeda motor, serta uang tunai Rp20 Juta hasil penjualan.

“Jaringan ini sudah kami pantau 3 bulan terakhir. Dari pengakuan kedua tersangka yang masih hidup, mereka sudah bertraksaksi sebanyak 10 kali. Mereka mengedarkan mulai dari wilayah Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya,” sambung AKBP Roni, di tempat yang sama.

Terungkap pula, dalam sekali transaksi, tersangka Sandi biasanya menjual sabu seberat 1 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 1000 butir.

Sandi juga diketahui merupakan operator peredaran narkoba yang dikendalikan oleh seorang bandar narkoba yang saat ini menghuni Lapas Porong Sidoarjo.

“Akan terus kami kembangkan kearah sana (bandar di Lapas Porong),” tandas AKBP Roni.(Day)

[Tribratanews.com/ Humas Polrestabes Surabaya – Polda Jatim]

Related Posts