Gubernur Bali Pimpin Rakor Siaga Bencana Gunung Agung, Ini Hasilnya!

Tribratanews.com – Kapolres Karangasem, Polda Bali, AKBP I Wayan Gede Ardana SIK, MSi, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) siaga bencana Gunung Agung di ruang rapat Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Agung yang berada di Pelabuhan Cruise Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Karangasem, Senin (09-10-2017).

Selain Kapolres, turut hadir dalam Rakor tersebut yaitu Wakil Bupati Karangasem, Dandim 1623/Karangasem, Kepala BPBD Provinsi Bali, OPD Kabupaten Karangasem dan Provinsi Bali, Camat dan Perbekel se-Kabupaten Karangasem.

Kegiatan Rakor ini dipimpin langsung Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Rapat diawali penyampaian Gubernur terkait jumlah riil pengungsi yang saat ini berada di pos pengungsian.

Selanjutnya Made Mangku Pastika menyampaikan berdasarkan jumlah riil pengungsi yang sudah tercatat, pihaknya akan segera membagikan kartu pengungsi. Para pengungsi dapat mempergunakan kartu ini untuk keperluan berobat. Dengan menunjukan kartu pengungsi, maka seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah.

“Kepada seluruh Camat di Kabupaten Karangasem untuk menginformasikan kepada Kepala Desa bahwa mulai besok, warga pengungsi akan mendapatkan kartu pengungsi. Kartu pengungsi ini bisa dipergunakan di seluruh rumahsakit pemerintah,” ucap Gubernur Bali.

Dari awal penanganan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam ini, pemerintah sudah berbuat semaksimal mungkin. Saat status Gunung Agung masih di level satu, dua, dan tiga, pemerintah sudah berbuat dan bekerja dengan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Begitu dinyatakan status Gunung Agung sudah di level empat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aparat pemerintah khususnya Polri, TNI, dan BPBD langsung bergerak cepat mengevakuasi warga.

Tidak hanya itu, pemerintah juga membangun posko pengungsian, pos kesehatan, pos pemantauan Gunung Agung, dan posko terpadu untuk menerima dan menyalurkan bantuan logistik. Bahkan pemerintah sudah memasang sejumlah alat canggih berisi sirine yang dapat memberikan peringatan dini sewaktu-waktu saat Gunung Agung akan meletus. (Bina Wartawan Bharaduta Bdjs)

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]

Related Posts