Gigih dan Berprestasi, Kombes Pol Nico Afinta Didaulat Sebagai Dirkrimum Polda Metro Jaya

 

Tribratanews.com- Atas kegigihan dan prestasinya yang diatas rata-rata, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta dipercaya mengemban tugas baru sebagai Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Rahasia, ST/2032/VIII/2017 pada 25 Agustus 2017 lalu. Lulusan Akpol 1992 ini resmi dipromosikan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.

Penempatan pria kelahiran 30 April 1971 di Surabaya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya bukanlah jabatan baru baginya.

Hal ini dibuktikan dengan riwayat jabatannya yang tiga kali bertugas di Ditreskrimum. Kombes Nico pernah menjabat sebagai Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya tahun 2006, Kepala Subdit III Umum Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya tahun 2008 dan Wadireskrimum Polda Metro Jaya tahun 2011.

Perwira menengah Polri yang lulus PTIK tahu 2001, Sespim 2006 dan Sespimti 2016 ini memang menjalani pendidikan di reserse kriminal umum.

“Saya pribadi sebagai anggota siap ditempatkan di mana saja. Saya akan bekerja maksimal. Jika dipindah ke Reskrimum, itu berarti saya ‘back to faculty’,” ujar Kombes Nico baru-baru ini.

Dalam acara peluncuran penerapan Sistem Manajeman Mutu Databse dan Laporan Polisi SN ISO 9001-2015 di Polda Metro Jaya, Jumat (18-08-2017) lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat memberi signal untuk menarik Kombes Nico dari Dirnarkoba dan ditempatkan di Ditreskrimum.

“Terimakasih kepada Kombes Rudy yang telah meluncurkan program ini. Nah, sekarang Siap-siap pada Kombes Nico Afinta (Dir Narkoba Polda) untuk menggantikan Kombes Rudy, karena beliau akan bergeser di Bareskrim Polri untuk disiapkan jabatan bintang satu,” beber Jenderal Tito.

Prestasi paling menonjol bagi Doktor Hukum lulusan Unpad itu adalah saat ia berhasil mengungkap dan menghentikan masuknya Narkoba jenis Sabu seberat 1 Ton yang dibawa masuk lewat Anyer, Nico berhasil mencetak sejarah melaluinya. Peristiwa ini jadi pengungkapan terbesar sepanjang sejarah.

Akibat prestasinya ini, Kombes Nico bahkan diganjar Piagam Rekor Dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pengungkapan Sabu terbesar itu.

“Soal piagam itu, jadi motivasi. Justru jadi cambuk saja buat saya untuk terus berupaya berjuang untuk bekerja lebih maksimal. Itu juga jadi pemicu agar rekan-rekan lain termotivasi untuk bekerja dengan maksimal,” jelasnya.

Kombes Nico juga bersyukur, Kapolri memberi reward kepada anggota Ditnarkoba Polda metro jaya yang terlibat langsung dalam penangkapan sabu 1 ton, berupa kenaikan pangkat dan sekolah.

“kita ini berkerja secara tim, inilah hasil semuanya dapat reward dari Kapolri,” tuturnya.

[Tribratanews.com]

Related Posts