Gara-gara Sakit Telinga Tak Kunjung Sembuh, Pria Asal Ngasinan Bojonegoro Nekat Gantung Diri

Tribratanews.com – Lagi-lagi, peristiwa gantung diri terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, kali ini dilakukan Supriyanto (30), warga Desa Ngasinan, RT, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, rabu (16-08-2017).

Korban ditemukan oleh para tetangganya pada Senin (14-08-2017) sekira pukul 02.30 WIB dini hari, telah tergantung di pohon mangga yang terletak di tegalan milik tetangganya, yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal pria tersebut.

Diduga, Supriyono nekat gantung diri karena depresi akibat sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Menurut keterangan saksi Ngatmin (45), tetangga korban, bahwa sekira pukul 02.00 WIB dini hari, saksi yang sedang berada di dalam rumahnya, mendengar ibu
korban yang bernama Ami, berteriak – teriak memanggil nama Supriyono.

“Ibunya berteriak memanggil-manggil anaknya, sehingga para tetangga keluar rumah,” terang Ngatmin kepada petugas yang melakukan olah TKP.

Selanjutnya, para tetangga yang mendengar terikan ibu pria tersebut, keluar rumah dan diberitahu kalau anaknya, Supriyanto, tidak ada di rumah.

“Warga sekitar segera mencari keberadaannya dan diketemukan sudah menggantung di pohon mangga tak jauh dari rumahnya,” lanjut Ngatimin.

Senada yang disampaikan saksi, Kapolsek Padangan, Kompol Eko Dhani Rinawan SH, mengungkapkan bahwa pihaknya pada Senin (14-08-2017) sekira pukul 03.30
WIB, menerima laporan dari M Istad (48), Kepala Desa Ngasinan yang melaporkan ada orang meninggal dunia akibat gantung diri.

“Kades Ngasinan melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Padangan,” terang Kapolsek.

Mendapati laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.

Berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, diketahui panjang mayat 160 centimeter, berat badan 55 kilogram, kulit sawo matang, rambut hitam ikal, panjang kurang
lebih 5 cm, korban memakai kaos pendek motif loreng warna hitam, putih dan coklat, memakai celana pendek warna merah dan memakai celana dalam warna coklat.

“Korban gantung diri dengan menggunakan tali tampar warna hijau tali simpul hidup,” jelas Kapolsek.

Sedangkan berdasarkan pemeriksaan medis diketahui terdapat bekas jeratan pada leher korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di sekitar badan korban. Korban dipastikan murni meninggal karena gantung diri,” ungkap Kapolsek.

Sementara, menurut keterangan ibu korban bahwa korban menderita sakit telinga yang telah diidapnya sejak 10 tahun dan selama ini anaknya berobat di RSUD
Padangan, namun penyakit yang dideritanya belum kunjung sembuh.

“Supriyoni sering mengeluh kesakitan dan telingganya sering bengkak,” imbuh Kapolsek.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Bojonegoro – Polda Jatim]

Related Posts