Dukun Cabul Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Pelaku Diringkus Polsek Anggana

Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin

 

Tribratanews.com – Usia senja ternyata tidak membuat Selamat alias Ulun (61) semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Alih-alih bertobat serta beribadah, Ulun justru berbuat maksiat.

Pasalanya, pada Rabu (7/3) malam, kakek berusia uzur ini nekat menyetubuhi seorang murid perempuan yang masih duduk dibangku kelas 5 SD, sebut saja namanya Kembang, berusia 14 tahun, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar).

“Modus pelaku Ulun saat beraksi, menyebut korban sedang sakit akibat ‘guna-guna’. Jadi harus diobati dengan cara melakukan ritual dimandikan air bunga mawar malam hari. Ternyata setelah dimandikan, justru korban juga disetubuhi pelaku,” ungkap Kapolres Kukar AKBP Anwa Haidar didampingi Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin.

Kasus tersebur bermula ketika Ulun datang bertamu ke rumah orangtua Kembang pada Selasa (6/3) sore. Kebetulan saat itu Ulun melihat Kembang, lalu mengatakan jika bocah perempuan itu sedang sakit akibat guna-guna sehingga harus diobati. Ulun mengaku bisa melakukan ritual pengobatan.

“Karena tidak mau anaknya menderita, maka orangtua Kembang menurut saran dari Ulun,” kata Bahar —begitu Kapolsek Anggana ini akrab disapa— lagi.

Sesuai arahan Ulun, maka orangtua Kembang mempersiapkan air dalam ember sudah dicampur bunga serta tiga lembar papan. Maka keesokannya atau Rabu (7/3) menjelang senja, Ulun datang lagi ke rumah orangtua Kembang.

Maka malam itu Ulun melakukan ritual memandikan gadis belia tersebut.
Memang, sesuai ritual itu ulah si kakek tidak langsung terungkap. Justru esek-esek itu terkuak ketika Kembang yang selesai dimandikan Ulun, datang ke rumah seorang tantenya untuk bermalam. Saat itu sang tante curiga karena mencium bau minyak wangi di tubuh keponakannya.

“Jadi malam itu tantenya bertanya, kok kamu bau minyak wangi? Lalu Kembang menjawab, tadi dimandikan Ulun. Kemudian tantenya tanya lagi, gimana ritualnya mandi air bunga mawar itu? Nah saat itulah Kembang lalu bilang, setelah dimandikan dia lalu disetubuhi Ulun,” jelas Bahar.

Penuturan Kembang lalu disampaikan kepada sang tante kepada orangtuanya. Karuan saja aksi cabul Ulun tidak bisa diterima. Maka kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Anggana. Setelah menerima aduan orangtua korban, sejumlah petugas kemudian bergerak. Jumat (10/3) malam, sekitar pukul 21.00 Wita, Ulun diringkus polisi.

“Pelaku sudah ditahan sebagai tersangka. Dia dikenakan Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Junto Pasal 76 Huruf d dan Pasal 82 ayat 1 Junto Pasal 76 huruf e Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara di atas 5 tahun,” tegas Kapolsek.

(humas polres kutai kartanegara)

Related Posts