Ditresnarkoba Polda Sumbar Ringkus Pengedar Ganja 5 Paket Besar Disita

Tribratanews.com – Jajaran Direktorat Reserse Polda Sumbar kembali berhasil mengagalkan peredaran Narkotika jenis ganja kering dari Dua tersangka pengedar, tersangka ditangkap aparat kepolisian setelah mendapat informasi dari masyarakat. Dalam penggerebekan itu polisi menyita 5,5 kilo ganja kering sebagai barang bukti.

Barang bukti itu disita dari tersangka berinisial Z (39) dan AH (23) yang diciduk di lokasi berbeda, Minggu (06-08-2017) sore. Kini kedua pemuda itu mendekam ditahanan Mapolda Sumbar untuk proses hukum selanjutnya.

Wakil Direktur Narkoba Polda Sumbar, AKBP Yulman Hilmawan, didampingi para Kasubdit dan Kaur Penum Kp. On Zalukhu, Kamis (10-08-2017) menyebutkan kedua tersangka ditangkap setelah mendapat informasi dari masyarakat. Awalnya polisi meringkus Z di Parak Jambu Indah, Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Padang. Dari tersangka disita 14 paket ganja atau sekitar 2,5 kilo lebih.

Setelah mendapatkan barang bukti, tersangka digiring ke Mapolda untuk pemeriksaan. Pada petugas, pemuda itu mengakui ganja tersebut miliknya yang didapati dari temannya berinisial AD. Mendengar pengakuan itu polisi langsung bergerak dan mencari keberadaan AD, namun orang yang dicari tidak berhasil ditemukan. Meskipun tidak menemukannya, polisi mengincar target lain dan dapat meringkus seorang pengedar lagi. Dia adalah AH dibekuk di Komplek Aru Indah, Lubuk Begalung Nan XX. Dari tersangka disita empat paket ganja dan tas sandang.

Mendapatkan barang bukti, tersangka digiring ke Mapolda untuk pemeriksaan. kepada polisi laki-laki itu mengakui, ganja kering tersebut ia dapati dari seorang bandar, berinisial AT yang berdomisili di Parik Kenagarian Koto Balingka, Pasaman Barat.

Ganja kering itu dibawa ke Padang untuk diserahkan pada pengedar lain, yakni KK. Namun, sesampai di Padang, sebagian kecil dijual pada AH untuk diedarkan pula.

“Tersangka lainnya masih kita cari, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat menangkapnya,” ujar Yulmar.

Dikatakan, Z dan AH sama-sama pengedar tapi berlainan jaringan dan tidak saling kenal. “Kita terus memburu pengedar dan bandarnya, siapapun dia akan kita sikat,” ujarnya.

 

 

[Tribratanews.com – Humas Polda Sumbar]

Related Posts