Dit Lantas Polda Kalbar Bahas Pelanggaran Lalin Serta Solusi Pencegahan

Tribratanews.com – Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kalimantan Barat, AKBP Agung Setyo Wahyudi SH SIK MSi , pimpin  rapat koordinasi terkait kesiapan pelaksanaan Kampung Tertib Lalu Lintas, di Ruangan Kerja Dit Lantas, Senin (21-08-2017).

Rapat tersebut dihadiri Kasi SIM Kompol A Fauzan, Kasi STNK Kompol R Ricky P SIK, Kasi BPKB Kompol Wahyu Jati Wibowo SIK SH, Kompol Antoni Pelamonia, sebagai Kasi Turjawali, Kasigar Kompol Kartyana SIK, Kasi Kerma, Kompol Ahmadi, Kasi Sarang Kompol Rusmini, serta dua anggota dari Subdit Dikyasa Aiptu Halidi dan Aipda Gunawan R SH.

Dikatakan AKBP Agung Setyo Wahyudi, dalam kesempatan rakor tersebut pihaknya membeberkan pada peserta rakor tentang latar belakang urgensi diadakannya Kampung Tertib Lalu Lintas dimana masih dijumpai adanya pelanggaran lalu lintas yang relatif tinggi, perubahan kultur budaya serta mindset pengguna jalan.

“Terkait pelanggaran lalu lintas, Ditlantas Polda Kalbar mencatat, dari hasil Operasi Simpatik Kapuas 2017, sebanyak 10.432, pengendara melakukan pelanggaran dan diberikan sanksi teguran. Jika dibanding dengan Operasi Simpatik 2016, maka untuk sanksi teguran mengalami kenaikan sebanyak 5887 perkara. Jumlah pelanggaran lalu lintas meningkat drastis,” ungkap AKBP Agung.

AKBP Agung Setyo Wahyudi menegaskan, ini salah satu pekerjaan rumah bersama. Polisi tidak bisa berjalan sendiri untuk
menekan tingkat pelanggaran lalu lintas maupun lakalantas. “Masyarakat perlu dilibatkan guna meminimalisir angka pelanggaran lalu lintas oleh pengendara dan menekan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas, antara lain melalui adanya Kampung Tertib Lalu Lintas,” imbuhnya.

Jika ditelaah lebih jauh, lanjut AKBP Agung, substansi tugas polisi lalu lintas pada hakekatnya adalah penatalaksanaan lalu lintas dan angkutan jalan. Posisi polisi lalu lintas pada formasi penatalaksanaan lalu lintas berada pada garda terdepan, sehingga dalam menjalankan tugasnya bersinggungan langsung dengan masyarakat.

“Di sinilah kemudian, untuk menumbuhkan perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan guna meminimalisir angka
pelanggaran lalu lintas dan tingkat fatalitas lakalantas, diperlukan peran serta masyarakat sebagai mitra pro-aktif, misalnya melalui Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) dan lainnya,” kata AKBP Agung.

Dengan demikian, lanjut AKBP Agung, setidaknya masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam mendukung tata laksana
lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

“Kampung Tertib Lalu Lintas ini merupakan sebuah upaya solutif yang bersifat strategis untuk menciptakan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar yang bermuara pada perubahan perilaku dan terciptanya kesadaran diri pengendara untuk tertib berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk menindaklanjuti hasil rakor internal yang dilaksanakan pada Rabu (16-08-2017) itu, kata AKBP Agung,
dalam waktu dekat pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut dengan pihak pemerintah daerah, instansi terkait, stakeholder, dan masyarakat.

[Tribratanews.com/Humas Polda Kalbar/MH]

Related Posts