Di Gunungkidul, Lahan Tebu Siap Panen Hangus Terbakar

Tribratanews.com – Sriyono (50), seorang petani yang bermaksud hendak memanen tanaman tebunya, justru harus merugi. Pasalnya, tanaman tebu siap panen tersebut ludes terbakar pada Minggu (13-08-2017).

Sriyono, warga Kasihan Bantul yang menggarap lahan tebu milik PT Madukismo Yogyakarta seluas kurang lebih 2.000 meter yang hendak dipanen, justru ludes dilalap api. Peristiwa itu diketahui sekira pukul 20.30 Wib saat warga Desa Ngleri sedang menonton pagelaran wayang kulit di Balai Desa Ngleri.

Setelah mendapat laporan dari teman perangkat desa bahwa ada lahan tebu terbakar, Bhabinkamtibmas Ngleri Aipda Eko Rahadi yang kebetulan sedang melaksanakan pengamanan wayang kulit langsung mengecek ke ladang tebu tersebut, tetapi ternyata api sudah sangat besar.

Kejadian tersebut diduga bermula ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan sehingga membakar daun tebu yang kering. Namun karena angin yang berhembus cukup kencang, percikan api kemudian merempet ke lahan tebu tersebut.

Karena dirasa kewalahan untuk memadamkan api dengan berbagai cara dibantu oleh beberapa warga sekitar, kemudian Bhabinkamtibmas dan Babinsa meminta bantuan dari pemadam kebakaran dan piket SPKT Polsek Playen. Meskipun demikian api baru bisa dipadamkan setelah separuh lahan tebu milik Sriyono ludes.

“Ada dua mobil pemadam kebakaran yang datang. Proses pemadaman berjalan kurang lebih dari satu jam, karena api yang terus merembet kemana mana dan hembusan angin juga kencang,” kata Aipda Eko.

Akibat peristiwa kebakaran lahan tebu, Sriyono menderita kerugian yang belum bisa ditaksir. Meskipun tebu-tebu tersebut masih laku dijual, namun kualitasnya sudah menurun drastis sehingga harga jualnya pun menjadi anjlok.

Sementara itu Kapolsek Playen AKP Wahyono Heru S SH,melalui Waka Polsek Iptu Teguh Dwi S SH, S.Kep, MM. membenarkan kejadian kebakaran lahan tebu tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarang membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan karena ini musim kemarau jadi sangat riskan untuk terjadi kebakaran. “Kerugian belum bisa ditaksir dan masih dilaksanakan lidik untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran,” ujar Iptu Teguh.

[Tribratanews.com/Humas Polres Gunungkidul]

Related Posts