Di APEC Workshop, Kapolda Bali Sebut Para Teroris Sudah Mengubah Pola Serangannya dari Tempat Wisata ke Kantor Polisi

Tribratanews.com – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi Dr Petrus Reinhard Golose, menghadiri undangan sebagai narasumber atau pembicara dalam acara APEC Workshop on Strengthening Tourism Business Against the Impact of Terrorist Attack, bertempat di Inaya Putri Bali Hotel, Selasa (09-05-2017).

APEC Workshop diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diikuti sebanyak 16 negara termasuk Indonesia.

Panitia penyelenggara workshop memberikan kesempatan kepada Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose sebagai pembicara pada session kedua dengan topik “Effective Measures and Policies to Prevent Tourism from Terrorist Attack”.

Selain Kapolda Bali, hadir juga pembicara lainnya seperti Dr David Beirman, Ms Lin Tsai-Shiuan, dan Ms Tsai Ming-Ling. Solahudin Hartman yang ditunjuk sebagai moderator memberikan waktu 20 menit kepada masing-masing pembicara untuk menyampaikan persentasinya dan selanjutnya diadakan sesi tanya jawab.

Di hadapan para peserta workshop, Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose menyampaikan dua materi pokok yaitu serangan teroris di Indonesia dan strategi melindungi para wisatawan dari ancaman teroris.

Jenderal bintang dua dipundak ini mengatakan bahwa serangan teroris terjadi dari tahun ke tahun. Dalam menjalankan aksinya para teroris mengubah pola serangannya dari tempat wisata ke kantor Kepolisian.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah serangan teroris yaitu memonitor, menganalisa, dan mengevaluasi ancaman teroris. Melakukan kerjasama dengan Pemerintah untuk meningkatkan manajemen keamanan melalui pemasangan CCTV di beberapa tempat yang dianggap rawan.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan negara lain untuk saling berbagi informasi,” ujar Pol Dr Petrus Reinhard Golose dengan menggunakan bahasa Inggris.

Untuk diketahui bahwa dalam APEC Workshop dimembahas empat topik diskusi, yaitu The Impact of terrorist Attack on Tourism-based Economy, Effective Measures and Policies to Prevent Tourism from Terrorist Attack, Managing the effects of terrorism: The Role of Business Community, Media, and Public, dan The Importance of Regional Response and Efforts to Help Recover Tourism Business in the aftermath of Terrorist Attack in the Region.

Para narasumber workshop berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, Malaysia, Chinese Taipei, dan Filipina, serta organisasi non pemerintah yaitu CSIS Jakarta, SEARCCT, PATA, dan Paris Tourism Board.

[Humas Polda Bali]

Related Posts