Deklarasi Anti Narkoba di Tanah Papua

Tribratanews.com – Ribuan pelajar dan masyarakat Kota Jayapura menggelar Deklarasi Anti Narkoba yang diprakarsai oleh Kepolisian Daerah Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura di GOR Waringin Kotaraja Distrik Abepura, Kamis (24-08-2017).

Kapolda Papua Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar MH, menyampaikan bahwa narkoba sudah menjadi kejahatan trans-internasional dan Indonesia dengan jumlah penduduk besar, jangan sampai dijadikan pasar terhadap peredaran bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba juga menjadi fokus pemerintah bersama aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk dihentikan. Semua elemen harus memerangi bahaya narkoba yang dapat merusak generasi bangsa,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Untuk diketahui, data BNN menyebutkan di tahun 2014 jumlah kasus narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya mencapai 35.666 kasus. Jumlah ini meningkat pada tahun 2015 menjadi 40.827 kasus dan terus meningkat pada 2016 mencapai 45.252 kasus.

Dilihat dari data tersebut, penyalahgunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itulah dilaksanakanlah Deklarasi Anti Narkoba ini sebagai bentuk penolakan masyarakat kota Jayapura terhadap narkoba, khususnya para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.

Di akhir acara dilaksanakan penandatanganan sikap menolak narkoba pada bentangan spanduk bertuliskan Deklarasi Anti Narkoba. Para peserta undangan yang hadir membubuhkan tanda tangannya sebagai bukti menolak penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, aparat negara dan masyarakat umum.

Deklarasi Anti Narkoba yang diikuti oleh pelajar SMP, SMA, SMK, paguyuban-paguyuban serta masyatakat se-Kota Jayapura berjalan dengan meriah. Tak hanya sosialisasi, dalam kegiatan tersebut juga diberikan kesempatan kepada setiap perwakilan sekolah untuk memberikan penampilan seperti menyumbangkan lagu dan tari-tarian.

[Tribratanews.com/Humas Polda Papua]

Related Posts