Datangi Mapolda Jabar, Dua Tokoh Ini Suarakan Menentang Gerakan Anti-Pancasila

Tribratanews.com – Dua orang tokoh masyakat Jawa Barat bersilaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (19-05-2017).

Keduanya adalah Sekjen Forum Bandung Hendarmin Ranadireksa dan Sekretaris Dewan Pakar sekaligus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Andi Talman.

Kedatangan kedua tokoh tersebut adalah atas reaksinya dalam menentang segala bentuk gerakan anti Pancasila yang sedang bergelora di Indonesia.

Menurut kedua tokoh tersebut, setelah melihat dan membaca beberapa berita di media sosial dan media elektronik tentang adanya organisasi yang ingin merubah Pancasila dan Indonesia sebagai negara Khilafah, secara spontan keduanya terketuk untuk terus menyuarakan menentang gerakan tersebut yang ingin memecah belah bangsa.

Sebab dikatakannya, bila itu terjadi, Indonesia akan menghadapi kehancuran. Oleh karena itu ia melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kapolda Jawa Barat hanya untuk membahas permasalahan tersebut, sekaligus memberikan dukungan kepada pihak Kepolisian dan TNI agar bersama-sama menjaga NKRI.

Selain itu, kedua tokoh tersebut juga mengutuk keras organisasi masyarakat yang mengatasnamakan islam, namun dengan enteng mengkafirkan orang lain. Menurut Hendarmin Ranadireksa, hanya Tuhan yang berhak mengkafirkan orang.

“Selama dua tahun saya melakukan penelitian, nah di Al-Quran itu saya tegaskan ada 396 kata kafir, tidak ada satu kata kafir yang menyebutkan, Nasrani kah, Yahudi kah, Majusi kah, sebagai kafir, tidak ada,” tegas Hendarmin.

Bahkan, dikatakan Hendarmin, Al-Quran itu begitu terbuka dan tidak ada satu pun yang mempertentangkan antara agama satu dengan agama yang lain.

“Ada ayat yang dengan tegas mengatakan, bahwa aku (Allah) yang akan memutuskan nanti di hari akhir. Artinya, tidak ada seorang pun yang berhak menghakimi agama apa pun, termasuk agama kita sendiri, jadi itu hanya Allah yang berhak,” kata Hendarmin.

Selain itu, kata Hendarmin, suatu organisasi yang akan dibentuk dan yang sudah terbentuk di Indonesia, harus patuh, tunduk dan menghormati lambang negara, yaitu Pancasila serta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan yaitu Undang-Undang Dasar 1945.

“Bila ada warga negara Indonesia atau suatu organisasi yang tidak menghormati lambang negara atau Pancasila dan tidak mau patuh terhadap UUD 1945, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas dengan menangkap orang tersebut atau membubarkan organisasi bila itu dilakukan oleh suatu organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar usai menerima kunjungan silaturahmi kedua tokoh tersebut mengatakan sangat mengapresiasi kedua tokoh itu atas keberanian dan semangat yang telah ditunjukkan dalam membela dan mempertahankan NKRI.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan keberanian Pak Hendarmin dan Pak Andi Talman. Polisi ini hanya pelaksana Undang-undang, mungkin seandainya berkenan mungkin ini sangat baik bisa dijadikan PERPU, sehingga kita ada dasar untuk melakukan aksi. Kalau saya kan jelas dari awal saya sudah katakan, siapa pun yang ingin menentang ideologi negara di Jawa Barat, silahkan hengkang dari Jawa Barat, silahkan keluar dari Jawa Barat,” tegas Kapolda.

 

[Heri Siswanto]

Komentar

Related Posts