Bocah Malang Ditemukan Mengapung di Kolam Limbah PLTU Sluke

Tribratanews.com – Seorang anak perempuan ditemukan mengapung di kolam penampungan limbah air bagian dalam lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, Rabu sore (04/10/2017)

Korban bernama Nur Hayati (15) warga Desa Leran, Kecamatan Sluke. Menurut hasil olah TKP Kepolisian, pada awalnya petugas security PLTU Sluke berpatroli di sekitar kolam penampungan limbah air di sisi utara. Ia memergoki ada benda mengapung di pinggir kolam. Setelah didekati, ternyata jasad anak. Saksi memanggil rekan – rekannya, kemudian melaporkan ke Polsek Sluke Polres Rembang .

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso SH, SIK, MSI, melalui Kapolsek Sluke, AKP Sunarmin mengatakan, setelah menerima laporan, snggota Polsek Sluke bersama tim medis Puskesmas dan Tim Inafis Polres Rembang mengecek jasad korban di lokasi kejadian.

Karena sudah 2 hari, kondisi kulit mengelupas. Jenazah selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit dr R Soetrasno Rembang, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan luar, tidak menemukan tanda – tanda kekerasan pada korban. Selepas dari rumah sakit, jenazah langsung diserahkan keluarga korban, untuk dimakamkan.

“Keluarga menolak jenazah diotopsi. Tim medis memastikan tidak menjumpai tanda – tanda kekerasan. Jadi penyebab meninggalnya Nur Hayati, kemungkinan terpeleset dan tidak bisa berenang. Padahal kedalaman kolam mencapai 3 meter. Jenazah mendekati tengah malam diserahkan ke keluarga. Kamis dini hari, baru dimakamkan,” ungkap Kapolsek Sluke

AKP Sunarmin menambahkan pasca kejadian itu, dirinya meminta kepada manajemen PLTU untuk memperketat pengamanan, terutama di bagian belakang PLTU. Salah satunya dengan lebih menggiatkan patroli, sehingga dapat mencegah warga yang tidak berkepentingan masuk.

[Tribratanews.com/ Humas Polres Rembang – Polda Jateng]

Related Posts