Bentuk Jaringan Sabu, Doyok dan Dua Rekannya Diamankan Sat Reskoba Polres Jombang

Tribratanews.com – Bandar sabu-sabu berinisial SD alias Doyok (38) warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, ditembak pada kedua kakinya, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap Sat Reskoba Polres Jombang, Jumat (11-08-2017).

Dari penagkapan tersebut, polisi juga menyita barang bukti sabu seberat 19,14 gram, uang Rp 1 juta serta satu unit handphone merk Polytron.

“Pelaku melawan saat akan ditangkap, anggota kami melakukan tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya,” kata Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, Rabu (09-08-2017).

Penangkapan tersangka ini merupakan hasil dari penyelidikan yang awalnya petugas menangkap tersangka PG alias Gondo (39), warga Dusun Ngoro kidul Desa/Kecamatan Ngoro. Kurir sabu yang bekerja sebagai sopir ambulan ini dibekuk di rumahnya dengan barang bukti sabu 0,90 gram.

Gondo mengungkapkan bahwa barang haram tersebut berasal dari seorang berinisial SD alias Doyok, warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. Anggota Sat Reskoba kemudian menggerebek Doyok di rumahnya. Saat penggerebekan itulah bandar sabu ini berupaya melakukan perlawanan sehingga petugas melumpuhkannya.

Petugas terus melakukan penelusuran, hingga muncul nama DSA alias Rosi (21), seorang pramusaji kafe warga Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung.

“Tersangka ketiga ini kurir sekaligus bandar. Dari tersangka Rosi berhasil kita sita barang bukti sabu seberat 0,64 gram, 22 lembar bukti transfer, timbangan, serta handphone,” tandas Kapolres.

Kapolres Jombang menambahkan, bahwa pihaknya juga mengaharapkan peran serta masyarakat Jombang untuk turut serta membantu pihak kepolisian dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba dengan memberikan informasi kepada petugas.

“Apabila ada yang mendengar, mengetahui segala bentuk penyalahgunaan Narkoba, segera laporkan kepada anggota kami atau pada Kepolisian terdekat,” tambahnya.(ice/mbah)

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Jombang – Polda Jatim]

Related Posts