Bekuk Salah Satu Jambret Andiana dan Andiani, Kapolrestabes Surabaya Ultimatum Rekannya Segera Serahkan Diri Dalam 1 x 24 Jam

Tribratanews.com – Satu orang pelaku jambret yang mengakibatkan dua gadis kembar Andiana dan Andiani harus dirawat intesif dirumah sakit, akhirnya berhasil dibekuk Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya, Kamis (26-07-2017)

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, saat release mengatakan, bahwapihaknya berhasil menangkap pelaku berinisial IS yang ditangkap pada Senin (25-07-2017) dini hari ditempat yang tak jauh dari rumahnya.

“Tinggal satu orang pelaku lagi yang saat ini sedang kami kejar. Saya sarankan untuk segera menyerahkan diri karena pengejaran petugas sudah sangat dekat,” ujar Kombes Pol Mohammad Iqbal, Senin (25-07-17).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut mengultimatum agar rekan IS, yang saat ini sedang dalam pengejeran agar menyerahkan diri dalam waktu 1 x 24 jam.

“Kalau tidak, kami tak segan akan melakukan tindakan tegas. Kami sudah kantongi identitasnya dan mengetahui tempat-tempat persembunyiannya,” tegasnya.

Iqbal menyebut, IS yang telah terlebih dulu ditangkap, dalam kejadian pada Selasa malam (18-07-2017) itu, bertindak sebagai eksekutor penjambretan. Korbannya adalah dua gadis kembar, Andiana dan Andiani (21) warga Menganti, Gresik yang saat itu berboncengan melintas di Jalan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara pernikahan keluarganya di Benowo, Surabaya.

“Handphone korban yang diletakkan di bawah kemudi atau dashboard motor dijambret oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor berboncengan,” terang mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Spontan, korban kemudian melakukan pengejaran. Menurut informasi yang dihimpun polisi, salah seorang pelaku kemudian menendang sepeda motor korban saat posisi kendaraan sedang berdempetan.

Nahas bagi gadis kembar yang keduanya bekerja di pabrik kayu di kawasan Menganti, Gresik itu. Sebab, pada saat jatuh terlempar dari kendaraannya, langsung disambut oleh mobil Honda Brio yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan.

“Kedua korban terluka parah, bahkan salah satunya harus diamputasi kakinya oleh tim dokter RSUD dr. Soetomo Surabaya,” tutur polisi asal Palembang itu. Saat ini pihaknya sedang mendalami unsur kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

“Pelaku Ino bilang jatuhnya korban karena posisi kendaraan saling bersenggolan saat berdempetan. Tapi kami tidak mempercayainya karena keterangannya selalu berubah-ubah. Makanya akan kami terus dalami unsur kekerasannya ini,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua gadis kembar, Andiana dan Andiani menjadi korban curas, Selasa malam (18/7). Handphone yang ditaruh di dashboard motor dirampas oleh jambret yang diduga naik motor vario. Dua gadis berusia 21 tahun itu sempat mengejar pelaku.

Namun sesampainya di depan kantor Kecamatan Pakal, pelaku menendang motor korban hingga tersukur. Nahas, saat terjatuh ada mobil Honda Brio yang datang dari arah berlawanan. Kedua korban mengalami luka parah di bagian kaki dan harus dioperasi di RSUD dr. Soetomo. (day)

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polrestabes Surabaya – Polda Jatim]

Related Posts