Bandar Narkoba Penganiayaan Brigadir Rizal Taufik Akhirnya Ditembak Polisi

Tribratanews.com- Polres Metro Jakarta Barat langsung memburu penganiayaan anggota Sat Narkoba Brigadir Taufik. Pelaku yang merupakan sepasang suami istri berinsial AS dan SA berhasil ditangkap di Desa Sindang Sono No. 44 RT02/03 Kec. Sindang Jaya, Tangerang Banten pada Sabtu malam (6-01-2018).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi SIK mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula pada Jumat (5-01-2017) mendapatkan informasi keresahan warga Kampung Janis, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat karena keduanya mengedarkan narkoba.

“Jadi dia saat itu transaksi dan ada perubahan skema, awalnya SA bertransaksi di pinggir jalan. Tapi kenyataannya dia nerima uang dulu dan pembeli ini dibawa masuk ke dalam rumahnya untuk diberikan barang bukti sabu,” kata Kombes Pol Hengky di RS Polri Kramatjati Minggu (7-1-2018).

Kombes Hengky menjelaskan, Brigadir Rizal sebagai Under Cover Buy ikut masuk dan melakukan penangkapan terhadap SA. Karena melihat SA sudah ditenteng oleh Brigadir Rizal, AS yang merupakan suaminya langsung membela dan mengambil balok kayu sebesar kepala tangan orang dewasa.

“AS memukul sampai anggota kami terjatuh. Setelah jatuh, AS masih terus memukul anggota kami hingga cidera tulang kepala retak dan pendarahan di slaput atas bagian otak,” tutur Kombes Hengky.

Kombes Pol Hengky menerangkan,
setelah menganiaya Brigadir Rizal, keduanya pun langsung melarikan diri ke kawasan Tangerang.

Tanpa menunggu lama, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi kemudian membentuk tim yang diketuai langsung oleh Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto. Hingga akhirnya pelaku ditangkap di kawasan Tangerang.

Setelah ditangkap, keduanya digiring ke rumahnya di kawasan Tambora. Dengan keadaan terikat AS masih saja mencoba melakukan perlawanan terhadap polisi.

“Pada saat penggeledahan di dapur AS mengambil pisau dan menyabetkan ke lengan anggota kami sampai bajunya itu robek. Kami pun melakukan pembelaan diri dengan nenindak tegas AS dengan menembak ke anggota tubuhnya,” tutur Kombes Pol Hengky.

Usai menindak tegas, selanjutnya pelaku AS dibawa ke RS Polri untuk diberi pertolongan medis. Sayangnya, AS dalam perjalanan menghembuskan nafas terakhirnya karena kehabisan darah.

“Pelaku tewas saat kami bawa ke RS Polri. Istrinya masih kami periksa sampai saat ini,” tuturnya.

Untuk pelaku SA polisi mengenakan pasal berlapis yakni 112 dan 114 tentang penyalahgunaan narkoba dan 351 KUHP tentang penganiyaan hingga menyebabkan luka berat dengan ancaman seumur hidup.

[Tribratanews.com/ Humas Polsek Tambora]

Related Posts