Asmara Terlarang Guru Ngaji dan Muridnya Terungkap Setelah Mawar Mengaku Pernah Berhubungan Intim

Tribratanews.com – Seorang pria berinisial AI (28) ditangkap Polres Tebingtinggi, Sumatera Utara, lantaran tega mencabuli salah satu muridnya mengaji sebut saja Mawar.

Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala, mengungkapkan, penangkapan AI berdasarkan adanya laporan pengaduan ibu kandung Mawar yang tidak terima anak perempuannya dicabuli AI.

Dijelaskan AKP MT Sagala, awalnya Mawar yang masih duduk di bangku SMP ini, sering bertemu dengan AI ketika mengaji. Dimana AI juga merupakan guru mengaji Mawar di salah satu musala di Kampung Kurnia.

“Karena sering bertemu, AI dan Mawar terlibat asmara hingga melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri,” kata AKP MT Sagala, Kamis (20-07-2017).

Terungkapnya hubungan asmara terlarang AI dan Mawar, ketika Mawar minta dibelikan handphone kepada ibunya. Karena permintaan tidak dipenuhi,  Mawar memilih kabur dari rumah dan menuju kota Medan. Kepergian Mawar pun diketahui AI yang diam-diam menemui Mawar ke Medan menggunakan sepeda motor.

“Sesuai pengakuan tersangka (AI), korban saat itu mengaku hendak pergi ke Berastagi mencari pekerjaan. Namun berhubung sudah malam, tersangka lalu mencari penginapan dan ternyata di dalam penginapan tersebut, keduanya melakukan persetubuhan. Setelah itu, tersangka kembali ke Tebingtinggi dan meninggalkan korban (Mawar) di hotel,” kata ujar AKP MT Sagala.

Tak lama kemudian, Mawar pun urung ke Berastagi dan memilih pulang ke rumah orangtuanya. “Awalnya korban tidak mau menerangkan, namun karena didesak terus oleh ibunya, akhirnya korban menjelaskan perbuatan cabul yang telah dilakukannya bersama AI. Atas penjelasan anaknya, si ibu pun membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi,” imbh Kassubag Humas.

Menurut pemeriksaan terhadap tersangka dan korban, keduanya mengakui jika hubungan layaknya pasangan suami istri tersebut sudah berulangkali dilakukan. Dimana hubungan badan untuk pertama sekali dilakukan sekitar bulan Maret 2017 di kediaman tersangka dan yang terakhir kalinya di salah satu hotel di Kota Medan. Bahkan tersangka juga mengakui persetubuhan dilakukan, atas dasar suka sama suka dan tanpa ada pemaksaan serta iming-iming kepada korban.

AKP MT Sagala menegaskan, akibat perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (2) subsider pasal 82 ayat (1) Perpu RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tentang Perlindungan Anak yo pasal 64 dari KUHPidana.

[Tribratanews.com/Humas Polda Sumut]

Related Posts