Aksi Longmarch Surabaya-Jakarta Tiba di Pemalang, Polisi Lakukan Pengawalan

Tribratanews.com – Anggota Polsek Pemalang Polres Pemalang, Jawa Tengah, melakukan pengawalan terhadap aksi longmarch Surabaya – Jakarta yang dilakukan Direktur Advokasi dan relawan Jamkes Watch, Senin (09-10-2017).

AKsi longmarch yang dilakukan Muhammad Ade Lukman Hakim Kumaeny alias Ade Kenzo tersebut telah memasuki wilayah Kecamatan Pemalang melalui Jalur Kota Pemalang dari Kelurahan Mulyoharjo-Kelurahan Pelutan- Kelurahan Sugihwaras-Desa Lawangrejo.

Adapun maksud dan tujuan dari aksi untuk menyuarakan keprihatinnya terkait kasus meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) di RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat yang menyita perhatian publik, termasuk Ade Kenzo (Relawan Jamkes Watch) sehingga melakukan kegiatan longmarch Surabaya – Jakarta

Aksi longmarch Surabaya-Jakarta untuk menuntut perbaikan pelayanan JKN dan BPJS. Adapun daftar tuntutan sebagai berikut:

1. Masih ada batasan kuota kamar rawat inap pasien BPJS dan perbedaan antara kamar rawat inap BPJS dan pasien umum.
2. Masalah kepesertaan pendaftaran, masih banyak masyarakat yang bingung terkait peraturan baru seperti nomor rekening bank, aktifasi yang 14 hari, lama prosesnya (antrian) dan masih banyaknya calo.
3. Masih banyak dari rumah sakit yang memanfaatkan pasien BPJS yang selalu bayar dengan alasan di luar BPJS.
4. Tarif inaCBGS yang banyak dikeluhkan pihak rumah sakit.
5. Perbanyak PIC/Petugas BPJS di rumah sakit untuk bisa memberikan info kepada masyarakat yang bermasalah di rumah sakit.
6. Tidak adanya update pengeluaran biaya untuk pasien rumah sakit (terutama RS Swasta).
7. Masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya.
8. Suplay obat yang kurang di rumah sakit, sehingga membebankan pasien untuk beli di luar.
9. Pelayanan bayi yang baru lahir untuk PPU atau PBPU.
10. Pembayaran iuran peserta BPJS mandiri yang banyak kendala (via ATM).
11. Pelayanan di luar yang masih susah ketika peserta BPJS luar kota.
12. Sanksi yang tegas untuk rumah sakit yang nakal menolak pasien dengan berbagai alasan.
13. Sosialisasi di tingkat bawah (RT/RW) yang masih minim.
14. Rujukan antar rumah sakit yang masih susah.
15. Apakah MOU antara Rumah sakit dan BPJS meningkat tentang tindakan medis terhadap pasien di rumah sakit, karena banyak rumah sakit yang menolak tindakan medis dengan alasan itu tidak dicover BPJS (contoh : rujukan parsial).
16. Keterbatasan Faskes 1 (premier) dan kuota yang menyebabkan peserta BPJS memiliki Faskes pertama jauh dari tempat tinggal.
17. Data yang tidak valid di BPJS terkait peserta BPJS PBI.
18. Terjadi kartu double satu orang punya dua kartu BPJS dan KIS.
19. Tentang PPU (Pekerja Penerima Upah) yang terPHK masih banyak kendala.

Alat peraga yang digunakan dalam aksi longmarch tersebut berupa, 1 bendera merah putih, 1 bendera Jamkes Wacth, 1 pamflet dengan tulisan “Longmarch Surabaya – Jakarta sehat hak rakyat”, selebaran menuntut perbaikan pelayanan JKN dan BPJS.

“Aksi longmarch Ade Kenzo meninggalkan wilayah Kecamatan Pemalang menuju Kabupaten Tegal pukul 10.50 Wib dengan aman dan tertib.” ujar Kapolsek Pemalang melaluli Kanit Intel.

[Tribratanews.com/Humas Polres Pemalang]

Related Posts