AKBP Pandra Mantan Abang Jakarta Ceritakan Sejarah Danau Lido

Tribratanews.com – AKBP Z Pandra Arsyad SH, MSi, berbagi sedikit cerita tentang asal-usul danau di wilayah jalur Sukabumi, yang berlokasi di Lido Lakes, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Diceritakannya, pendiri Lido Resort bernama Antonius Johanes Ludoficus Maria Zwijsen, yang lahir pada tanggal 5 januari 1898 di Belanda. Pada tahun 1919, ia dipanggil untuk wajib militer di ketentaraan Kerajaan Belanda dan mendaftar di Akademi Kepolisian dan kemudian dikirim ke Batavia.

Pada tahun 1935, ia membangun tempat peristirahatan di tepi Danau Cigombong, yang diberi nama Lido Resort. Sebelum membangun Lido Resort, ia bertemu dengan Chatharina Anna Beemster, anak seorang perwira polisi Belanda yang bertugas di Sukabumi.

Untuk membuktikan cintanya pada Catharina Anna Beemster. Antonius Johanes Ludoficus membuat sebuah danau dan mengukir batu pertama pembangunan Lido Resort atas nama pujaan hatinya. Mereka menikah pada tahun 1937 dan dikarunia 8 putri.

Jadi danau tersebut merupakan danau buatan, sebagai ungkapan cinta Antonius Johanes Ludoficus kepada Anna Beemster, yang akhirnya menjadi istrinya, sejak pernikahan mereka yang berlangsung dari tahun 1937, hingga mereka dikaruniai 8 Putri.

Chatharina Anna ini adalah anak dari seorang perwira polisi di zaman Kerajaan Belanda. Dan Anna memang pada saat itu dibentuk menjadi agents Polisi, dan bersekolah untuk menjadi perwira.

Selain itu, AKBP Pandra juga bercerita tentang salah seorang pelaku sejarah yang bernama Letkol Polisi Sukitman, saat ini pangkat itu disebut Ajun Komisaris Besar Polisi. Sukitman adalah seorang saksi sejarah kejadian malam 30 September. Ia adalah seorang agen polisi tingkat 2, warga Pelabuhan Ratu, yang mengikuti agen polisi yang ditempatkan di Polres 704, yang saat ini menjadi Polres Jakarta Selatan.

Sukitman bertugas melakukan pengamanan di sekitar jalan Iskandar, salah satu wilayah yang membawahi Guess Hause. Guess Hause tersebut untuk menjaga tamu-tamu negara yang pada saat itu dijaga oleh pihak Kepolisian. Sejauh dari jalan Hasanudin No 2 ada kejadian pada saat malam 30 September, ada penculikan salah seorang Jenderal TNI, bernama Brigjen TNI Donal Iksatus Penjaitan.

Jenderal tersebut dijemput paksa oleh pasukan Pasopati yang ditugaskan untuk melakukan penculikan terhadap 7 Jenderal, yang disebut Gerakan 30 S/PKI). Dan salah satunya adalah Brigjen Donal Iksatus Panjaitan.

Pada saat penculikan itu, DI Panjaitan yang dijemput paksa sempat berdoa, namun para pasukan melakukan pemasaat, dan terjadilah pergelumutan antara Jenderal Donal dan Pasukan Pasopati, hingga akhirnya Donal ditembak di halaman rumah.

Sukitman yang mendengar letusan, karna naluri polisi, yang mengayomi dan melayani mendatangi sumber letusan. Dan Sukitman yang mengetahui kejadian tersebut juga dibawa menuju Haim /Lobang Budaya. Dan Sukitman juga menyaksikan penguburan ke-7 Jenderal tersebut. Jadi banyaklah sejarah di Jalur Sukabumi ini.

Dan Danau Lido dijadikan Destinasi sejarah Pariwisata. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta yang aksesnya mudah dijangkau oleh seluruh wisata Nusantara.

AKBP Pandra, Merupakan Abang Jakarta di tahun 1991. Selama berkarir di Kepolisian pernah menjabat ajudan Kapolri, Jenderal Sutanto, dan Juga pernah menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Meranti Polda Kepulauan Riau. Menjabat 3 tahun pada Polres.

 

 

Related Posts