48 Unit Sepeda Motor Terjaring Operasi Balap Liar Polres Lombok Barat

Tribratanews.com – Razia yang digelar Polres Lombok Barat di belakang Kompleks Kantor Bupati Lombok Barat, Nusa Tengara Barat, berhasil menjaring 48 sepeda motor. Puluhan sepeda motor tersebut terjaring razia petugas gabungan Sat Lantas, Sat Sabhara dan Polsek Gerung di empat lokasi berbeda, Minggu (20-08-2017).

Razia yang digelar berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan maraknya balap liar di belakang kantor Bupati Lombok Barat dan melibatkan anak-anak remaja di bawah umur.

Dari 48 unit sepeda motor yang terjaring, sebagian besar tidak menggunakan spare parts yang bukan standar SNI serta salah satu kendaraan yang terjaring razia nomor polisi dipasang terbalik oleh pemiliknya.

Kabag Ops Polres Lombok Barat Kompol Fauzan Wadi SH, mengatakan, dengan dilaksanakan operasi balap liar ini, dapat memberikan efek jera kepada para pelaku yang sabagian besar masih di bawah umur.

“Dari 48 sepeda motor yang terjaring, tiga unit diantaranya terindikasi dipergunakan balap liar,” ungkap Fauzan Wadi saat di lokasi penyimpanan barang bukti, Senin (21-08-2017).

 

Kompol Fauzan menambahkan bahwa untuk saat ini sanksi yang diberikan kepada pelaku yaitu pembinaan dan juga diberikan sanksi tilang. “kita juga meminta kepada orangtua mereka untuk hadir, sekaligus terlibat langsung memberikan pembinaan kepada mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu L Pance Warsa mengatakan bahwa untuk kendaraan yang menggunakan spare parts Standar Nasional Indonesia (SNI) tidak akan dikeluarkan sebelum diganti sesuai SNI.

“Dari sekian kendaraan yang terjaring, spesifikasinya sudah dirubah atau tidak standar lagi. Seperti pakai knalpot ngebrong (bising), dan ban kecil harus dikembalikan sesuai SNI. Sementara untuk kendaraan yang terjaring saat kebetulan lewat akan dipisahkan dan pemiliknya diberikan pembinaan atau teguran,” ungkap Iptu L Pance Warsa.

[Tribratanews.com/Humas Polda NTB]

Related Posts