34 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Kasus Perampokan dan Penembakan Davidson

Tribratanews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi perampokan dan penembakan terhadap nasabah bank, Davidson Tantono (30 tahun), Sabtu (22-07-2017).

“Ada 34 adegan di enam tempat kejadian perkara, mulai dari bank kemudian traffic light SPBU kemudian di tol dan di apartemen tempat pelaku berdomisili,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiharto, saat memimpin rekonstruksi di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dari tujuh tersangka yang diamankan, hanya empat pelaku yang dihadirkan. Mereka adalah DTK, NFR, TP, dan M. Dua pelaku SFL dan IR tidak dilibatkan karena telah meninggang dunia akibat ditembak petugas setelah berusaha melawan saat dibekuk. Sedangkan RCL, kekasih SFL, tidak diikutkan karena dinilai tidak terlibat dari rentetan peristiwa kajadian dan hanya berperan menyewakan apartemen.

Adegan dimulai dari Bank BCA Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, ketika Davidson mengambil uang Rp350 juta dan dijadikan target korban oleh pelaku yang berperan sebagai mata-mata.

“Beberapa tersangka dalam adegan tampak ada yang masuk mengamati korban,” kata AKBP Didik.

Setelah terpilih menjadi target, tersangka DTK sebagai mata-mata menghubungi SFL sang kapten untuk selanjutnya diinformasikan kepada TP alias TOP untuk melakukan penggembosan ban mobil korban menggunakan paku dari besi payung yang telah dimodifikasi dan ditancapkan pada sandal dan ditaruh di bawah ban mobil korban saat berhenti di lampu merah.

Sehingga saat mobil dijalankan maka dengan seketika ban akan bocor, ada pelaku lain yang langsung berperan memberitahu tahu korban bahwa bannya bocor. Namun, Davidson tidak menghentikan mobilnya dan mencari tempat ramai yang dianggap aman yakni SPBU 34-11712, Daan Mogot untuk tambal ban.
Dari rekontruksi yang dilakukan terlihat Davidson duduk di bangku depan sisi kiri kemudi menghadap keluar memperhatikan Adi petugas tambal ban sembari menelepon. Selesai menambal, tiba-tiba datang pelaku dari pintu sisi kemudi membuka pintu dan mengambil tas berisi uang Rp350 juta yang baru diambilnya.

Davidson berusaha mengejar pelaku namun dihalangi tersangka lain yang berada di depan mobilnya, Davidson melawan dengan mendorong pelaku hingga tersungkur. Ia langsung menghampiri pelaku yang mengambil tasnya dan berusaha mempertahankan tas.

Sempat terjadi tarik menarik antara perampok dan korban, kemudian senjata api ditembakkan dalam jarak satu meter. “Saya awalnya mau menghampiri membantu tapi takut dan segera bersembunyi di situ (menunjuk kios tambal ban),” tutur Adi, saksi, sembari menyebut bahwa dirinya masih trauma dan terbayang-bayang peristiwa itu.

Akibat tembakan itu seketika Davidson tersungkur dengan darah segar mengalir dari kepalanya akibat ditembak Safril sang kapten sekaligus eksekutor.

Kepada wartawan, Adi menyebut dua pelaku sempat duduk di antara dirinya, korban, dan tiga ojek online yang sedang antri nambal ban, ia pun mengaku tidak curiga dengan gerak-gerik pelaku.

“Setelah menembak, mereka berempat pergi dengan dua motor berboncengan,” beber AKBP Didik.

AKBP Didik menjelaskan, rangkaian rekontruksi untuk melengkapi berkas penyidikan agar segera diserahkan ke jaksa untuk disidangkan. Sementara itu, masih ada tujuh pelaku yang masih buron. Namun, identitas dan tempat persembunyiannya sudah dikantongi untuk itu ia meminta agar pelaku menyerahkan diri jika tidak ingin bernasib sama dengan dua rekannya yang ditembak mati.

“Semoga berkas ini cepat selesai dan lengkap. Pelaku lain sudah kami ketahui keberadaanya mudah-mudahan segera kami tangkap atau mereka menyerahkan diri,” harap AKBP Didik.

[Tribratanews.com/Humas Polda Metro Jaya]

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Related Posts