3 kali Masuk Bui, Residivis Asal Prigen Pasuruan ini Tak Jera Jadi Maling

Tribratanews.com – Seorang pria berinisial S asal dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, tak bisa menikmati momen kemerdekaan bersama warga lainnya. Pasalnya, tepat di HUT RI ke-72 itu, ia tertangkap anggota Buser Polres Pasuruan, Jumat (18-08-2017).

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Tinton Riambodo mengatakan, pelaku ditangkap lantaran kasus pencurian sebuah mobil pikup. Penangkapan tersangka dilakukan anggotanya pada Kamis (17-08-2017) saat berada di tepi jalan di wilayah Mojokerto, sekitar pukul 12.00 WIB.

Penangkapan tersebut berdasarkan dari sebuah laporan aksi pencurian mobil pikap yang dilakukannya pada 15 September 2014 silam, dengan korban bernama Subandi, warga Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Tersangka melancarkan aksinya sekitar pukul 05.00 WIB. Ia tidak sendirian, melainkan bersama rekannya SM, yang telah meninggal dunia karena sakit,” ungkap Tinton.

AKP Tinton memaparkan, aksi itu dilakukan pelaku bersama rekannya dengan merusak pintu mobil. Ketika itu, mobil korban tengah berada di garasi rumah. Kedua pelaku merusak pintu serta merusak kunci kontak mobil dengan menggunakan kunci T. Begitu mesin mobil berhasil dihidupkan, kedua pelaku pun langsung kabur.

“Akibat pencurian tersebut, korban merugi sekitar Rp 99 juta,” ungkap tinton.

Berangkat dari situlah, petugas melakukan perburuan. Tak mudah untuk mengejar pelaku, karena ia sempat lari ke Mojokerto. Begitu mengetahui keberadaan tersangka, petugas pun langsung meringkusnya.

Ia pun dikeler petugas ke Mapolres Pasuruan. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menemukan pikap nopol N 8905 TF yang merupakan hasil kejahatannya.

Dari pemeriksaan itulah, diketahui kalau bukan hanya sekali ia ditangkap. Karena, sebelumnya ia sudah tiga kali ditangkap polisi atas kasus pencurian, motor dan mesin Senzo.

“Penangkapan ini, merupakan kali keempat,” jelas Tinton.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancamannya 7 tahun penjara.

 

 

[Tribratanews.com / Humas Polres Pasuruan – Polda Jatim]

Related Posts