12 Poin Penyebab dan Timbulnya Radikalisme Pada Pilkada Menurut Kapolda Jawa Barat


Tribratanews.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan menjadi salah satu pemateri pada acara Seminar Nasional Kepemiluan dan Sosialisasi Pemilu di Auditorium FPTK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, Senin (15-05-2017).

Pada kesempatan itu, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan bahwa ada 12 poin yang menjadi penyebab dan timbulnya radikalisme pada pelaksanaan Pemilukada.

“Demokrasi yang belum matang, kebebasan yang kebablasan, siap menang tidak siap kalah, kecurangan pemilu yang menyolok, penyelesaian yang tidak adil, adanya pihak yang ingin mengadu domba, selisih suara yang tipis, adanya luka lama, sikap masyarakat tertentu yang temperamental, pertentangan para elit politik, ketidaksiapan para aparat keamanan, dan yang terakhir tidak adanya figur yang disegani,” kata Irjen Pol Anton Charliyan.

12 poin yang menjadi dasar penyebab terjadinya radikalisme pada Pemilukada, dikatakannya, satu diantaranya paling mendasar yakni siap menang tapi tidak siap kalah, sehingga setiap pemenang Pemilu pasti digugat.

“Itu karena ketidaksiapan kita dalam berdemokrasi, kemudian ada kecurangan yang menyolok. Kecurangan itu bermacam-macam, ada kecurangan money politic, ada panitianya yang curang, ada pengawasnya yang curang, dan lain-lain. Dan yang paling mendasar menjadi pemicu timbulnya radikalisme saat Pilkada, yaitu adanya penyelesaian yang tidak adil dan adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba, menjadi provokator, dan penyebar informasi-informasi yang tidak benar alias Hoax,” ujar Irjen Pol Anton Charliyan.

 

[Heri Siswanto]

Related Posts