1.300 Personel Kepolisian Siap Amankan Festival Kemerdekaan di Bandung

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo saat melakukan pengecekan persiapan Karnaval Kemerdekaan Pesona Priangan yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia di Taman Vanda, Rabu (24/08/2017). (instagram/polrestabesbandung)

Tribratanews.com – Polrestabes Bandung, Jawa Barat, akan menyiagakan 1.300 personel untuk mengamankan jalannya perayaan event Festival Kemerdekaan yang bakal digelar di Kota Bandung, Sabtu (26-08-2017) mendatang.

Diketahui kegiatan Festival Kemerdekaan ini diprakarsai langsung oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar). Kegiatan ini pun rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko widodo (Jokowi).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menyebutkan, Kepolisian sudah menyiapkan strategi dan sistem pengamanan untuk kegiatan yang bakal dihadiri Jokowi.

“Totalnya ada 1.300 personel polisi. Sistem pengamanannya dibagi empat ring,” ucap Hendro.

Ia menyebutkan, penjagaan akan terbagi dalam beberapa ring. Dimana untuk ring satu difokuskan oleh penjagaan Pasmpampers dan TNI, ring dua hingga jalur itu semua kendali pengamanan dipegang oleh kepolisian.

Selain mengecek kesiapan jalur yang akan dilalui peserta karnaval, pihaknya juga mengecek beberapa titik atau tempat yang bakal dikunjungi oleh Presiden Jokowi.

Pengamanan bakal dilakukan mulai dari kedatangan presiden dari Bandara Husein menuju Gedung Sate, dan Taman Vanda. Soal presiden bakal mengunjungi Balai Kota, atau Alun-alun Bandung itu masih tentatif.

“Pengamanan sifatnya terbuka dan tertutup.kita terus berkoordinasi dengan TNI, dan Paspampers,” ujarnya.

Soal rekayasa jalur, lanjutnya, itu sifatnya masih tentatif. Namun, untuk jalur yang ditutup itu hanya dua, yakni Jalan Diponegoro (Depan Gedung Sate) dan Jalan Merdeka karena finish karnaval di Taman Vanda.

“Jadi pusatnya kegiatan di Gedung Sate, dan Taman Vanda. Alun-alun masih tentatif, kita masih menunggu hasil rapat terakhir,” katanya.

Selain pengamanan jalur, antisipasi ancaman keamanan juga diperhitungkannya. Mulai dari kemacetan, unjuk rasa hingga ancaman teror yang bisa mengancam kesuksesan acara dan keberadaan presiden.

 

[Tribratanews.com/NTMC]

Related Posts